Copyright @ Tuban Petrochemical Industries

Kebutuhan polipropilena di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 1,5 juta ton/tahun. Hanya saja, baru 50 persen yang bisa dipenuhi oleh PT Chandra Asri, PT Polytama Propindo dan Pertamina, sisanya masih diisi produk impor. Ini, tentu saja, merupakan peluang  besar bagi pemain di industri kimia dalam negeri untuk meningkatkan produksi polipropiline dan mengurangi porsi produk impor.

Hal itulah yang mendorong PT Polytama Propindo, produsen polipropilena terbesar kedua di Indonesia menggandeng Grup Ekanuri untuk membangun terminal handling gas propilena di awal tahun 2014. Terminal handling gas propilena pertama di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat ini dioperasikan oleh PT Karyatara Cemara Indah (Ekanuri Grup).

Menurut Didik Susilo, Dirut PT Polytama Propindo, terminal handling gas propilena akan digunakan untuk mendatangkan bahan baku utama Polytama berupa gas propilena. Gas tersebut dari kapal pengangkut gas,  selanjutnya diangkut menggunakan truk khusus gas menuju pabrik Polytama di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Keberadaan terminal untuk menjamin kesediaan bahan baku propilena, karena bila terjadi gangguan pasokan bahan baku, akan menghambat proses produksi Polytama. “Kerjasama ini merupakan komitmen Polytama untuk memberikan kepercayaan kepada pelanggannya bahwa proses produksi biji plastik Polytama dapat dilakukan secara terus menerus,” kata Didik.

Selama ini, Polytama hanya mengandalkan suplai gas propilena (bahan baku utama) dari Pertamina RU-6 Balongan, yang disalurkan melalui pipa ke pabrik Polytama. Karena sempat dihentikan pasokannya di tahun 2010, dan Polytama tidak memiliki pelabuhan dan terminal gas handling sendiri, akhirnya kegiatan operasi juga berhenti cukup lama.

Alasan menggandeng Ekanuri Group, karena grup ini memiliki pengalaman dan kemampuan membangun hingga mengoperasikan terminal handling gas di Indonesia, serta berpengalaman mengoperasikan kapal pengangkut gas baik domestik maupun internasional.

Menurut Wildan Muhammad Anwar, Direktur Pengelola Ekanuri Group, fasilitas terminal handling gas ini mampu untuk melayani penerimaan gas dari kapal pengangkut gas dengan kapasitas angkut hingga 2.500 metrik ton (MT), dengan kapasitas handling gas di atas 1.000 MT per hari. “Investasinya sekitar Rp 40 miliar,” ujar Wildan.

Selain menggandeng Ekanuri Group, Polytama juga menggandeng  PT Sentra Bintang Energy, yang telah berinvestasi dalam pengadaan dan pengoperasian armada truk pengangkut gas propilena yang telah dirancang khusus.

Dengan mulai beroperasinya kegiatan penerimaan gas di pelabuhan Cirebon yang dikelola oleh PT Pelindo II (Persero), diharapkan akan lebih menjamin kehandalan tingkat produksi pada pabrik PT Polytama Propindo, yang juga akan menunjang kegiatan ekspansi, memperluas peluang kegiatan usaha/pengembangan kerjasama baru baik dengan Pertamina dan calon mitra terkait.

Pengoperasian terminal handling gas ini diharapkan berdampak positif untuk mendukung rencana peningkatan dan perluasan program kerja pembangunan pelabuhan oleh PT Pelindo II (Persero) khususnya, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada pengembangan industri di kota Cirebon dan wilayah sekitarnya.

PT Polytama Propindo sendiri merencanakan dalam waktu dekat melakukan ekspansi berupa debottlenecking untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 180.000 MT menjadi 240.000 MT per tahunnya yang direncanakan tahun 2017.

 

Mengingat konsumen akhir adalah perusahaan-perusahaan produsen plastik, baik lokal maupun multinasional, dengan pengoperasian pertama terminal handling gas propilena sangat menunjang kelancaran produksi biji plastik PT Polytama Propindo.


 

Sumber : Darandono - Swa.co.id
Minggu, 1 November 2015
 
 

 

"