Copyright @ Tuban Petrochemical Industries

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Jokowi optimistis, dengan beroperasinya kembali kilang ini, ada penghematan devisa miliaran dolar AS. 

"Ini bisa mengurangi impor yang tidak sedikit sekali. Saat ini memang baru beroperasi 70 persen, mudah-mudahan akhir tahun bisa 100 persen," kata Jokowi dalam kunjungan kerja ke kilang TPPI, Tuban, Jawa Timur, Rabu 11 November 2015. 

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan pengoperasian kilang ini bisa menghemat devisa dalam pengurangan impor BBM dan elpiji. 

"Total penghematan devisa negara dari BBM dan LPG dari TPPI mencapai sekitar US$2,2 miliar," kata Dwi di tempat yang sama. Menurutnya TPPI bisa menghasilkan sekitar premium 61 ribu per hari, HOMC 10 ribu bph, dan solar 11.500 bph.  

Tak hanya itu, kilang ini juga bisa memproduksi elpiji hingga 480 metric ton (MT) per hari. "Manfaat pengoperasian TPPI ini tentu saja tidak sebatas penghematan devisa, akan tetapi banyak aspek, mulai dari sentimen positif terhadap investasi, ketenagakerjaan, dan efek berganda lainnya," kata dia. 

Dwi melanjutkan, kilang ini bisa mengolah sekitar 100 ribu bph kondensat. Dari pengolahan mogas mode akan diperoleh beberapa produk minyak, seperti elpiji, solar, fuel oil, premium, dan HOMC. 

Kalau dioperasikan dengan aromatic mode, kilang ini bisa memproduksi petrochemical, seperti paraxylene, orthoxylene, benzene, dan toluene yang dibutuhkan oleh industri nasional. Pengoperasian kembali kilang ini juga memonetisasi investasi sebesar US$2,15 miliar yang ditanamkan sebelumnya. 

"Sekitar 700 orang dapat kembali bekerja dan mengimplementasikan keahliannya di TPPI. Ada sekitar 2.000 lapangan pekerjaan di sekitar TPPI kembali terbuka sebagai efek berantai dari pengoperasian TPPI," kata Dwi. 

Jokowi berkunjung ke kilang TPPI didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno, Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, dan Direktur Utama TPPI, Katarina Denni Wardani. 

 

 


 

Sumber : Rochimawati, Arie Dwi Budiawati - Viva.co.id
Rabu, 11 November 2015 15:27 WIB
 
 

 

"